Jakarta — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyampaikan optimisme terhadap capaian realisasi anggaran Kementerian Desa hingga akhir Juli 2025. Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senin (14/7), Yandri mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan realisasi anggaran mencapai sekitar 44,10 persen pada akhir bulan tersebut.
"Kami optimis sampai akhir Juli 2025, realisasi bisa mendekati target penarikan dana," ujar Yandri dalam forum tersebut.
Hingga 3 Juli 2025, realisasi anggaran Kemendes PDTT tercatat sebesar 34,07 persen, atau senilai Rp836,88 miliar dari total pagu anggaran sebesar Rp2,45 triliun. Anggaran tersebut terbagi atas belanja pegawai sebesar Rp146,57 miliar, belanja barang dan jasa sebesar Rp687,91 miliar, serta belanja modal sebesar Rp2,39 miliar.
Namun demikian, capaian tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Yandri menjelaskan bahwa realisasi anggaran Kemendes pada 3 Juli 2024 mencapai 43,95 persen, sehingga terdapat selisih penurunan sebesar 9,88 persen pada tahun 2025.
"Jika dibandingkan dengan realisasi pada 3 Juli 2024, maka realisasi tahun ini lebih rendah 9,88 persen," jelas Yandri, yang juga merupakan mantan Wakil Ketua MPR RI.
Penurunan ini, menurut Yandri, disebabkan oleh beberapa kendala teknis, termasuk adanya blokir anggaran serta tambahan alokasi dana dari pinjaman hibah luar negeri (PHLN) untuk Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang baru dicantumkan dalam Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pada 1 Juli 2025.
Sebagai perbandingan, Yandri juga menyampaikan bahwa realisasi anggaran Kemendes PDTT pada tahun anggaran 2024 mencapai 97,49 persen atau senilai Rp3,15 triliun dari total anggaran sebesar Rp3,24 triliun. Realisasi tahun tersebut masih mencakup alokasi untuk Kementerian Transmigrasi, yang saat itu masih tergabung dengan Kemendes sebelum pelantikan Presiden Prabowo Subianto.
Rincian belanja pada tahun 2024 meliputi:
-
Belanja pegawai: Rp279,41 miliar
-
Belanja barang dan jasa: Rp2,85 triliun
-
Belanja modal: Rp23,09 miliar
Pemerintah melalui Kemendes PDTT menargetkan peningkatan efisiensi dan penyerapan anggaran yang lebih optimal ke depan, terutama dalam mendukung pembangunan kawasan perdesaan dan daerah tertinggal.
#desasulut #desa #sulawesiutara #minut